Selasa, 22 Oktober 2013

UDENG JAWA

     Kita mungkin banyak yang tahu tentang udeng. Namun yang kita tahu mungkin hanyalah udeng dari bali.Teman-teman saya yang orang jawapun sekarang sudah tidak mengenal udeng jawa dan bilang jawa tidak punya udeng dan hanya bali yang punya udeng. mungkin banyak dari kita yang akan sulit membedakan udeng jawa dan blangkon karena bentuk mereka yang hampir sama.
     Yang membedakan hanyalah bahan yang digunakan dan cara pemakaiannya. Kalau blangkon adalah kain yang di dalamnya terdapat kertas dan cara memakainya seperti memakai topi biasa namun udeng atau kadang disebut juga dengan iket ini cara memakainya haruslah dengan diikatkan di kepala dan tentu saja bahannya hanyalah sepotong kai berbentuk segi empat 1x1 atau segi tiga. perbedaan udeng dan blangkon dan udeng dari segi fungsi adalah jika blangkon dikenakan oleh para bangsawan maka udeng dikenakan oleh rakyat jelata.
     Lalu alasan kenapa bentuk udeng jawa seperti blangkon adalah karena orang jawa pada zaman dulu tidak mampu beli sorban karena mahal dan saat itu di jawa belum ditemukan alat untuk membuat kain sepanjang sorban.jadi pada awalnya udeng jawa sama dengan udeng bali namun karena banyak orang jawa yang menjadi islam maka mereka mengubah bentuk udeng menjadi sepertti yang sekarang ini sebagai pengganti sorban.
     Dalam udeng jawa juga terdapat beberapa pembagian sederhana yaitu jika terdapat segi tiga pada bagian depan tengah maka dia adalah kejawen atau bahasa gampangnya sih islam yang masih menjalankan ritual hindhu budha.Namun jika segi tiga itu dipendekkan atau dihilangkan maka itu berarti dia adalah islam murni atau santri.

2 komentar: