Selasa, 18 Juni 2019

BAJU TRADISIONAL JAWA TIMUR - JAVA TRADITIONAL CLOTH


Budaya adalah warisan leluhur yang tak ternilai harganya, karena itu semua bangsa di dunia berbondong-bondong melestarikan budaya mereka. Sama halnya di negara lain, negara kita juga punya budaya yang sangat indah, salah satunya adalah budaya di Jawa Timur. Malang merupakan kota yang memiliki budaya yang sangat indah memiliki baju adat, berikut ini adalah penjelasan mengenai baju adat Malang.


-LAKI-LAKI-

baju tradisional jawa - java traditional cloth


Udheng
Ikat kepala yang terbuat dari bahan kain segi 4 yang memiliki ukuran 1m x 1m / 1m5cm x 1m5cm. Kain ini memiliki motif batik yang beraneka ragam dan sangat indah. Kain ini kemudian dilipat segi 3 dan diikatkan di kepala dengan bentuk tertentu dan berbeda-beda di setiap daerah.

baju tradisional jawa - java traditional cloth

Angkong
Baju berwarna hitam dan kadang berwarna putih dengan kancing di tengah. Kadang berkerah tapi kadang tidak berkerah. Baju angkong berlengan panjang.

baju tradisional jawa - java traditional cloth


Clana kolor
Celana hitam yang memiliki tali di tengah guna menguatkan ikatan di perut agar celana tidak terjatuh.

baju tradisional jawa - java traditional cloth



-WANITA-

Kebaya
Ada kebaya yang tanpa kuthubaru (kain penghubung di tengah baju) yang digunakan oleh orang yang belum menikah dan yang ada kuthubaru dipakai oleh orang yang sudah menikah.


baju tradisional jawa - java traditional cloth


Centhing
Kain yang panjangnya 2-10M yang digunakan untuk mengikat sewek. Centhing diikatkan di pinggang.

baju tradisional jawa - java traditional cloth

Sewek / Jarit
Kain bermotif bathik berukuran 1M x 2M.

baju tradisional jawa - java traditional cloth


Selasa, 26 Maret 2019

ARCA GANESHA KARANGKATES - PUING-PUING KEJAYAAN NUSANTARA


arca ganesha karangkates-ganesha berdiri
Kerajaan Singhasari merupakan kerajaan yang dipercaya memiliki pengaruh luar biasa dan memiliki peranan besar atas lahirnya kerajaan yang menguasai Nusantara. Kerajaan yang berpusat di malang ini juga menjadi acuan teknik ukir dan pahat yang luar biasa karena pahatan di era ini bisa dibilang mendekati nyata atau sangat mirip dengan aslinya hingga terlihat hidup. Setiap situs kerajaan Singasari selalu menjadi perhatian berbagai pecinta sejarah ataupun para arkeolog yang tentu sangat terkagum-kagum. Salah satu dari puing-puing kejayaan singhasari ini sekarang berada di desa paling selatan Kabupaten Malang, yaitu Karangkates.

Di sini terdapat sebuah arca setinggi 3 meter, yaitu arca ganesha berdiri yang mana sekarang menjadi satu-satunya arca ganesha berdiri di Indonesia karena yang satu lagi yang terdapat di Gunung Bromo ternyata sudah diangkut ke Belanda dan sekarang tidak ada yang tahu lagi jejaknya. Arca di karangkates ini menghadap timur laut, menghadap Gunung Kawi, yang dipercaya gunung suci oleh masyarakat Jawa. Arca ganesha terdiri dari 2 bagian, yaitu atas dan bawah dan dihubungkan atau ditumpuk. Entah bagaimana cara leluhur kita dulu bisa menumpuk arca yang beratnya luar biasa berat ini, hingga saat ini masih menjadi misteri.
arca ganesha karangkates-ganesha berdiri
Arca yang berdiri di tebing ini merupakan arca pelindung desa Karangkates untuk mengusir energi negatif berupa santet atau energi negatif dari sungai lawor yang skearang disebut lahor dan wurantas yang sekarang disebut brantas. Selain itu, bila ada santet, konon melalui arca ini akan dipantulkan ke Gunung Kawi yang dipercaya mampu menetralkan kekuatan jahat. Arca yang merupakan perwujudan dari dewa ganesha yang mana dewa pelindung ini sengaja diletakkan di sana sebagai bukti raja yang akan melindungi rakyatnya.
arca ganesha karangkates-ganesha berdiri

Warga desa Karangkates yang beragama hindu, sekarang hanya 3 KK saja, namun untuk upacara hindu, pihak Desa Karangkates memiliki agenda tahunan guna mempromosikan arca ganesha dan juga memfasilitasi umat hindu yang juga merupakan warga desa yang bernama “Shiwaratri”. Shiwaratri merupakan upacara perenungan dosa yang dilakukan di malam hari yang juga disebut malam perenungan segala perbuatan yang telah kita lakukan, sehingga acara selalu dimulai malam hari. Umat yang datang bukan saja berasal dari desa Karagkates, namun juga berasal dari berbagai daerah se Malang raya.





Semoga para pembaca, khususnya warga Desa Karangkates dapat mencintai warisan leluhur yang tak ternilai harganya.

Senin, 25 Maret 2019

FAKTA-FAKTA JURU KUNCI


juru kunci arca ganesha karangkates
Bila kita mendengar kata juru kunci, pasti yang terbersit di benak kita adalah orang tua yang selalu menunggu suatu situs. Profesi yang dipandang sebelah mata oleh banyak orang ini, ternyata juga merupakan unsur terpenting dalam menjaga warisan leluhur. Tanpa juru kunci, pastilah kita kesulitan dalam menjaga situs, salah satunya adalah situs yang ada di Desa Karangkates, Kabupaten malang atau yang biasa disebut Arca Ganesha Berdiri. Namun, tahukah anda bahwa ada beberapa fakta menarik yang mungkin jarang sekali diketahui orang.

1.      Digaji oleh dinas purbakala
Seorang juru kunci memiliki gaji tetap dan digaji oleh dinas purbakala dengan gaji yang lumayan, sehingga tak perlu lagi menghawatirkan mengenai kebutuhan sehari-hari. Selain itu, di tiap acara atau upacara yang dilakukan di situs yang ia jaga, juga masih mendapatkan uang seikhlasnya dari orang-orang.

2.      Menjaga situs dengan tulus ikhlas
Seorang juru kunci memang memiliki gaji tetap, namun keikhlasan untuk menjaga warisan leluhur adalah yang diutamakan, karena uang yang didapat dari pengunjung tak banyak disebabkan minat masyarakan untuk dating juga kecil.

3.      Ada tes untuk penerimaan juru kunci baru
Bila ingin melamar menjadi seorang juru kunci, bisa mengajukan lamaran ke dinas purbakala yang menaungi situs tersebut. Setelah melamar, maka akan ada tes tulis yang diselenggarakan oleh Dinas Purbakala. Tes yang berupa tes tulis ini katanya tak sesulit tes PNS.

4.      Punya seragam dinas
Seorang juru kunci ternyata dibekali seragam oleh Dinas Purbakala sehingga kita bisa membedakan antara juru kunci dan pengunjung.

5.      Bisa diangkat menjadi PNS
Seorang juru kunci ternyata juga bisa diangkat menjadi PNS dengan catatan tertentu yang salah satunya adalah berusia di bawah 35 tahun.

6.      Mendapat pendidikan
Seorang juru kunci mendapat penataran setiap setahun sekali sehingga mereka dapat bekerja dengan efisien dan maksimal. Pendidikan yang diberikan berupa cara membersihkan situs dan memberikan sebuah kertas selebaran mengenai kesejarahan situs. Selain itu, seluruh alat untuk membersihkan situs juga tak lupa diberikan oleh Dinas Purbakala.


Semoga para pembaca yang membaca artikel saya semakin cinta dengan situs warisan leluhur, terutama wargadesa Karangkates, semoga dapat mencintai Arca Ganesha Berdiri Desa Karangkates.

JURU KUNCI-PROFESI UNTUK BAKTI KE LELUHUR

Juru kunci, merupakan salah satu profesi yang penting di Indonesia, terutama di Tanah Jawa yang mana terdapat puluhan situs-situs era kerajaan. Situs ini, umumnya banayak yang tidak terawat dan terbengkalai, sehingga dikhawatirkan terjadi kerusakan pada situs. Juru kunci merupakan profesi atau pekerjaan penting guna merawat candi agar tidak rusak atau agar tidak terkena vandalisme.

Di karangkates, juga terdapat juru kunci yang senantiasa menjaga dan merawat situs kebanggaan desa karangkates yaitu arca ganesha berdiri beraliran tantrayana era kerajaan singasari. Juru kunci di sini bertugas membersihkan dan merawat area sekitar arca, bukan hanya itu seorang juru kunci juga dituntut untuk mengetahui kebutuhan arca baik yang berupa fisik seperti kebersihan dan perawatan, tapi juga unsure spiritual yang berhubungan dengan upacara yang biasa dan bisa dilakukan di arca.

Kalau dari segi pendapatan, juru kunci yang sekarang digaji dengan gaji yang lumayan oleh Dinas Purbakala yang berada di daerah Trowulan. Untuk jam kerja, menurut juru kunci arca ganesha desa karangkates dimulai dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore. Walaupun memiliki gaji tetap dan dapat diambil tiap bulan, juru kunci memang lebih dituntut untuk ikhlas dalam bekerja karena terkadang para pengunjung yang dating tak mampu memberi uang, adapun kadang hanya sedikit mengingat tak semua masyarakat yang datang dari kalangan kaya.

Itu masih belum seberapa bila dibanding pekerjaan tambahan yaitu mengawal upacara adat ataupun upacara hindu maupun budha yang dilaksanakan di sana, memang umat yang datang pasti akan memberi uang sesuai dengan kemampuan mereka, namun seyogyanya uang bukanlah yang utama bagi seorang juru kunci. Juru kunci memang dari awal dituntut untuk berbakti untuk menjaga situs lahir secara dan batin.

Yang tidak kalah penting dari seorang juru kunci adalah pengetahuan mengenai kesejarahan dari situs yang dijaga. Hal ini sangat penting, mengingat situs merupakan warisan leluhur yang dapat menjadi bukti kebesaran bangsa kita, sehingga bila ada pengunjung yang datang, juru kunci dapat menceritakan mengenai kesejarahan situs agar dapat meningkatkan kepedulian para pengunjung yang datang.

Sekedar informasi, bila ingin ke Arca Ganesha Desa Karangkates, bisa turun di Masjid Al Ikhlas, kemudian masuk terus hingga mentok. Situs terletak di sebelah pohon beringin.

MARI KITA JAGA WARISAN LELUHUR


Kamis, 21 Februari 2019

ALAT-ALAT KEDOKTERAN DALAM BAHASA JEPANG

1.Bengkok         =膿盆「のうぼん」
2.Stetoskop        =聴診器「ちょうしんき」
3.sikat kuku        =ネイルブラシ
4.pemotong kuku                  =ネイルクリップ
5.Perlak               =防水シート「ぼうすいしーと」
7.Manset          =マンセット
8.Baskom         =洗面器「せんめんき」
9.Ember          =バケツ
10.Buli-buli       =水枕
11.Sprei=シーツ
12.Popok=おむつ
13.pispot BAB=便器
14.Pispot BAK=尿器
15.串「くし」
16.シャンプー
17.綿「わた」
18.ケリーパット
19.血圧計
20.体温計
21.マスク
22.手袋
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.Menumbuk obat=剤粉砕「じょうざいふんさい」
31.

Selasa, 05 Februari 2019

LEMBAH BABI-POTENSI DESA KARANGKATES


Lembah merupakan dataran rendah yang dikelilingi bukit atau gunung. Wilayah ini seringkali memiliki pemandangan yang indah sehingga banyak sekali orang-orang yang berbondong-bondong ke sana demi menikmati indahnya suasana. Yang paling indah dari lembah adalah alam yang masih sangat segar yang membuat kita tak sanggup meninggalkan tempat itu.
Di Desa Karangkates, terdapat potensi alam yang sangat indah yang terdapat di selatan dari Desa. Untuk ke sana, bisa lewat Ganesha yang merupakan rute terjauh, namun jika kita lewat sini akan melihat pemandangan dari hutan-hutan di desa yang masih asri. Untuk rute terdekat bisa lewat Hotel Malinda yang terletak di pinggir jalan raya, sehingga mudah juga diakses dari jalan raya.
Asal usul kata “Lembah Babi” bermula dari sejarah dari tempat itu yang mana dulunya, konon merupakan peternakan babi yang cukup besar di zaman penjajahan belanda. Struktur batu bata dari bangunan lama dari tempat itupun juga masih ada, sehingga bisa dipastikan bahwa sejarah bahwa di sana dulunya terdapat peternakan babi memang benar. Untuk saat ini, bangunan bagian atas sudah tidak ada lagi karena sudah dibongkar. Pembongkaran sendiri, konon karena protes warga di sekitar situ.
Dari segi alam, wilayah yang dijuluki “Lembah Babi” ini memiliki alam yang sangat indah. Paduan antara bukit dan hutan yang masih terjaga pasti membuat orang yang melihatnya enggan beranjak dari sana. Jika anda ingin menikmati alam di sini, disarankan unuk datang pada saat matahari akan terbenam, karena di saat itulah lembah babi terlihat sangat indah.
Ntuk fasilitas di sini memang sangat kurang karena meskipun memiliki potensi wisata karena memiliki bentang alam yang indah, lembah babi belum dilirik pemerinah desa. Untuk kedepannya, saya berharap masyaraka di sekitar sana bisa mengelola Lembah Babi dengan maksimal dengan memberi fasilitas yang memadai, seperti gapura agar terlihat megah, pendhapa agar orang yang ingin menikmati alam di sana tidak bingung mencari tempat duduk, dan lain-lain. Banyak sekali desa wisata yang baru muncul tak terlalu punya wilayah setrategis, namun dengan pengelolaan yang benar dapat memaksimalkan potensinya.

Jumat, 01 Februari 2019

SALAKARA (SUARA ALAM KARANGKATES)-POTENSI DESA KARANGKATES


Desa karangkates merupakan desa di ujung Kabupates Malang dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Blitar. Di desa ini terdapat banyak sekali potensi di berbagai sector yang meneurut saya belum sempat tergali. Banyak sekali potensi-potensi yang muncul masih belum mendapat perhatian pemerintah secara maksimal. Melihat banyaknya potensi terpendam di desa perdikan ini, para penggiat wisata dan budaya Desa Karangkates berusaha keras menggali dan mengangkat beberapa sektor, salah satunya adalah dari music yaitu SALAKARA yang merupakan singkatan dari “Suara Alam Karangkates”.
SALAKARA-KARANGKATES
Grup musik yang dibentuk sebelum GPG III ini memiliki jenis musik kontemporer, yaitu menggabungkan muik tradisional dan modern, sehingga dapat menarik kalangan muda untuk mencintai tradisi Jawa. Jenis music semacam itu juga akan memberi warna lain pada kesenian di Desa Karangkates, khsusnya pada festival yang diselenggarakan di Desa karangkates seperti GPG (Gendang Purnama Ganesha) dan FKL (Festival Kampung Lumpang) yang mana merupakan agenda tahunan.
Untuk logo, salakara memilih logo daun papaya yang dalam bahasa jawa disebut kates. Logo ini dipilih karena diharap mampu mendongkrak nama karang kates yang mana berarti “kebun pepaya”. Selain itu papaya yang dinilai makanan yang enak, segar serta menyehatkan juga diharap dapat menjadi potensi  dan ciri khas Desa Karangkates berikutnya.
Salakara yang dalam setiap penampilannya selalu berbuana adat ini punya misi menjadikan Desa Karangkates yang merupakan daerah pinggiran menjadi daerah wisata seperti Jogja. Baju adat yang dinilai merupakan salah satu kearifan lokal khususnya di Desa Karangkates. Baju adat yang mereka pakaipun juga adalah baju adat jawa timuran yang disebut angkong dan lengkap dengan udheng khas malangannya sehingga dapat juga mengangkat nama Malang sebagai Kota Wisata Budaya yang sama seperti Jogja dan dapat mendongkrak perekonomian masyarakatnya melalui pariwisata.

*ANGGOTA SALAKARA
Grup music yang diketuai oleh Iwan Geyzer ini memiliki 5 personil yaitu :
Iwan Geyzer         : Keyboard (Ketua)
Yogi                      : Seruling
Udin                      : Bass
Deden                   : Gitar
 Gede                    : Perkusi.