Senin, 28 Oktober 2013

SUKU JAWA DAN BATAK



Beberapa hari yang lalu saya berbicara teman saya yang sebenarnya orang jawa juga seperti saya tapi dia sejak kecil tinggal di Sumatra Utara. Di sana suku mayoritasnya adalah batak. Saat teman saya ke sini banyak sekali hal aneh dan tidak lazim ditemukan di suku batak.

Hal aneh pertama adalah orang jawa suka makan di lantai. Bagi orang batak makan di lantai bukanlah hal memalukan atau larangan akan tetapi orang yang makan di lantai mirip seperti orang miskin atau pembantu jadi orang batak tidak boleh makan dilantai. Itu berbeda dengan orang jawa yang suka makan di lantai dan jika orang jawa yang asli akan sangat aneh jika makan di meja makan. Mungkin kita pernah melihat meja makan pada suku jawa. Saya baru sadar kalau meja makan hanya digunakan untuk meletakkan makanan saja dan bukan untuk makan. Mungkin karena saya sudah sering melihatnya jadi tidak sadar akan hal itu.

Hal aneh yang dilihat teman saya adalah orang jawa takut keluar kalau surub (sekitar jam 5-7 malam). Mungkin bagi orang jawa itu adalah hal wajar karena pada saat itu banyak sekali hantu yang keluar. Orang jawa keluar juka ada urusan mendesak atau ibadah. Ini berbeda dengan suku batak yang mana jika di waktu itu dia tidak keluar rumah maka kemungkinannya dia sedang beribadah dan bukannya takut keluar karena ada hantu seperti halnya orang jawa. 

Hal ketiga yang dianggap teman saya sangat aneh adalah mengolok teman untuk keakraban. Di jawa mengolok teman itu sudah biasa tapi dengan batas-batas tertentu tentunya. Misalnya saja teman ini terjadi pada teman sayayang mana dia suka makan jengkol dan akhirnya teman-teman memamnggilnya jengkol.  Contoh lainnya adalah jika dia pernah kalah dari anak kecil saat main PS maka temannya akan mengoloknya dengan mengungkitnya. Hal ini tentu berbeda dengan di suku batak. Misalnya jika ada teman kita yang terpeleset di panggung, jika kita mengungkit hal itu kita harus sedikit hati-hati. Kata teman saya pertama itu bercanda kedua peringatan ketiga menantang berkelahi. Jadi bagi orang batak tabu bila mengungkit hal memalukan hingga 3 kali. 

Terima kasih sudah membaca artikel saya dan mohon maaf juka ada kesalahan. Semoga setelah membaca artikel saya kalian jadi tahu tentang suku lain.

MATUR SEMBAH NUWUN

2 komentar: