Kamis, 24 Oktober 2013

LENYAPNYA UDENG JAWA

     Banyak orang yang tahu tentang blangkon, namun tahukah kalian tentang udeng/iket. Iket merupakan salah satu budaya nusantara yang mulai ditinggalkan saat ini, contohnya saja di daerahku di kota malang. Setiap aku menggunakan iket mereka selalu tanga "pakai blangkon ya mas?". Itu sebenarnya membuatku risih karena harusnya kita tahu tentang budaya nenek moyang kita. Mengenali yang mana udeng dan yang mana blangkon saja tidak bisa bagaimana mau melestarikan budaya udeng dan blangkon.
     Hal aneh yang kutemui adalah ketika aku pulang kampung ada seorang etnis tionghoa yang tahu bahwa aku sedang memakai udeng. Dia bisa membedakan yang mana udeng dan yang mana blangkon. Saat itu aku mulai bertanya-tanya "sebenarnya siapa yang orang jawa?".
     Sebenarnya mudah saja membedakan yang mana udeng dan yang mana blangkon. Blangkon tidak harus diikatkan dan udeng tinggal pasang seperti topi. Jadi sekarang tidak ada alasan untuk bingung yang mana blangkon dan yang mana udeng.
     Menurut saya kita perlu melestarikan kebudayaan udeng yang asli/manual. Mungkin ini adalah hal sepele tapi membuat udeng sama halnya dengan batik butuh ketelatenan dan kesabaran. Udeng bukanlah topi yang langsung dipasang karena itu jika tidak biasa pastilah akan sangat kesulitan saat membuatnya. Jika orang yang bisa membuatnya hilang maka hilanglah kebudayaan itu. Jadi mari kita jaga budaya jawa yang mungkin orang jawa banyak yang tidak tahu ini.



3 komentar: