Rabu, 03 Februari 2016

KENAPA HARUS PAKAI DUPA?



Dupa atau ratus dikenal sebagai media pemanggil arwah leluhur atau hantu. Banyak kalangan yang merinding dan bahkan ketakutan saat ada benda tersebut di sekitar kita. Selain itu, ratus disebut sebagai barang musrik yang dapat menghilangkan keimanan seseorang terhadap tuhan. Namun, kali ini saya akan mengkaji ratus atau dupa dari sisi lain atau menguak makana sebenarnya dari ratus.
Ratus atau dupa yang dianggap pengundang roh halus oleh sebagian besar masyarakat, sebenarnya adalah media berdoa oleh sebagian agama seperti hindhu dan kejawen. Fungsi aslinya pun sangat jauh dari kesan yang selama ini menempel pada benda ini. Sebenarnya, fungsi aslinya hanyalah sebagai pewangi ruangan.
LHO…………………KOK BISA?
Menurut mangku di desa saya, saat kita beribadah ke yang maha kuasa, kita dituntut untuk konsentrasi penuh. Namun, adakalanya kita terganggu oleh bau busuk di sekitar kita. Bau ini, menyebabkan kita tidak lagi focus ke doa kita dan malah membuat kita berfokus pada bau busuk tersebut. Di sinilah ratus memainkan perannya, yaitu menetralisir bai tersebut dan member keharuman pada ruangan. Saat bau busuk tersebut sudah hilang dan digantikan oleh bau harum, saat itulah kita bisa berkonsentrasi penuh untuk berdoa kepada sang maha pencipta.

1. Lalu kenapa banyak hantu yang muncul saat kita menyalakan ratus?
Sebenarnya, tanpa kita menyalakan ratuspun, hantu akan tetap datang kalau niat kita adalah untuk memanggil hantu. Saat saya ikut sembayangan umat hindhu, tidak terjadi apa-apa, berarti tinggal niat kita saja.
2. Kalau fungsinya sebagai pewangi ruangan, kenapa tidak pakai minyak wangi saja?
Di zaman itu tidak ada minyak wangi semprot, dan umat hindu di seluruh dunia yang saya ketahui sangat menghargai adat atau tradisi masing-masing bangsa, jadi mereka tidak pernah mengubah bentuk pewangi tersebut hingga ratusan tahun.

MATUR SEMBAH NUWUN


1 komentar: