Kamis, 28 November 2013

UDHENG


11.      Apa yang dimaksud udheng?
Udheng merupakan ikat kepala yang dipakai orang zaman dulu sebagai pakaian untuk
sembayang. Itu sama halnya seperti peci yang dipakai oleh orang muslim. Udheng terbuat dari sehelai kain dengan ukuran 1 x 1 meter. Setiap udheng memiliki makna dan fungsi berbeda-beda sesuai dengan sukunya. Udheng ada yang menunjukkan suku, asal, jabatan, agaman dan lain-lain.



22.      Kenapa orang zaman dulu memakai udheng?
Setiap manusia memiliki nafsu baik yang baik maupun yang jelek. Sumber nafsu jelek adalah dari
kepala, karena itu orang dulu mengikatkan udheng di kepala agar mengikat nafsu jahat seseorang.

33.      Apa makana dibalik udheng?
Mungkin banyak dari kita yang tidak tahu makna udheng atau bahkan tidak tahubahwa udheng  
memiliki makna. Udheng sebenarnya terbuat dari sehelai kain segi 4 berukuran 1 x 1 meter yang mana pada bagian tengahnya ada gambar segi 4 lagi. Empat sudut pada udheng sebenarnya memiliki makna, yaitu api, air, angin, dan tanah.

1.      Api (agni)
Sifat api adalah melebur atau membakar henda hingga menjadi abu. Maksudnya adalah menjadikan semua orang menjadi setara yang mana dalam hal ini disimbolkan dengan membakar semuanya benda yang tadinya berbeda menjadi satu benda yang sama yaitu abu atau menjadikan semua orang menjadi sama. Jadi intinya adalah menyamakan derajat setiap orang yang ada di dunia ini.
      Api juga menyimbolkan semangat yang tak akan padam. Sifat api yang menghancurkan benda yang ada di depannya juga dipercaya menjadi symbol kekuatan.

2.      Air (nadya)
Air bersifat menerima yang mana disimbilkan dengan segala yang kita campurkan ke air akan tercampur. Itu juga merupakan symbol persatuan yang mana kita tidak boleh membedakan dari mana asal orang itu karena kita sama-sama makhluk ciptaan tuhan. Itu sama halnya dengan air yang selalu menyatu dengan apa yang dicampurkan ke dalamnya.
Selain itu air juga bermakna persatuan. Kita tentu tidak bisa memisahkan air karena air akan selalu bersatu ketika kita memisahkannya. Kita sebagai makhluk tuhan diharap selalu bersatu atau bergotong royong dalam melakukan sesuatu dan tidak melakukan bertengkar satu sama lain.
Lalu makna lain dari air adalah selalu beradaptasi. Ini juga sama seperti air yang akan mengikuti bentuk wadahnya. Maksudnya adalah manusia sebagai makhluk sosial diharapkan selalu beradaptasi dengan lingkungan karena zaman akan selalu berganti dan mungkin kita juga akan menghadapi orang dari bangsa lain yang mana kebudayaannya pastilah sangat berbeda dari bangsa kita.

3.      Angin (bayu)
Angin yang tidak membedakan siapa yang akan diberi udara bermakna kesetaraan dan tidak membeda-bedakan. Kita tentu tidak pernah melihat orang yang tidak bisa bernafas karena orang itu jelek atau miskin kan. Ini sama halnya dengan angin yang tidak akan membeda-bedakan siapa yang akan diberi udara.
Kemudian angin yang selalu berada di manapun juga bermakna kita harus mengasihi semua orang dan jangan melihat dari mana asal orang itu.

4.      Tanah (siti)
Tanah adalah lambang suka member dan ketabahan. Tanah yang dapat ditanami dan dapat diambil hasilnya sama seperti orang yang suka member dan tidak memeinta imbalan.
      Tanah yang selama ini kita cangkul dan gali tidak pernah melawan. Itu merupakan lambang dari ketabahan. Itu seperti halnya tanah yang tidak pernah melawan protes dan selalu memberi orang yang telah mencangkulnya atau menyakiti dirinya.

Sebelum udheng dibuat, udheng harus dilipat membentuk segitiga terlebih dahulu. Bentuk segitiga ini, sebenarnya memiliki filosofi yang sangat menarik. Bentuk segitiga ini sebenarnya melambangkan 3 hubungan yang harus dijaga oleh manusia.

a.       Hubungan antara kita dengan tuhan
Udheng adalah budaya yang lahir dari agama hindhu, jadi sudah selayaknya salah satu filosofi udheng adalah menjaga hubungan dengan tuhan. Tuhan yang dimaksud adalah tuhan dari kepercayaan kita masing-masing.

b.      Hubungan antara kita dengan alam
Kita sebagai manusia harus hidup selaras dengan alam karena kita selalu mendapatkan segala sesuatunya dari alam. Alam bisa marah jika kita tidak menghargainya. Misalnya saja akan terjadi banjir jika kita membuang sampah sembarangan.

c.       Hubungan antara kita dengan sesame manusia
Manusia adalah makhluk sosial, jadi tidak mungkin bisa hidup sendiri. Misalnya saja
seorang dokter gigi yang kesulitan atau bahkan tidak bisa mencabut giginya sendiri. Jadi, dengan menjaga hubungan dengan sesame manusia, diharap kita bisa mendapatkan pertolongan orang lain ketika kita dalam masalah.

44.      Apa makna di balik bentuk udheng?
Udheng jumlahnya sangat banyak. Setiap suku punya udheng yang berbeda-beda, namun banyak juga yang sama. Jadi, saya akan menjelaskan 5 jenis udheng yang sering dipakai oleh orang jawa, bali, bugis, minang, sunda.

a.       Jawa
Udheng yang sering dipakai oleh orang jawa biasa disebut udheng gadhung.
Segi tiga pada bagian depan bermakana kita harus berfikir baik dan fokus dalam melakukan sesuatu. Selain itu udheng ini adalah simbol islam karena udheng ini sebenarnya merupakan pengganti sorban yang dulunya tidak bisa terbeli karena mahal dan tidak ada teknologi untuk membuatnya di Jawa.Bentuk udheng ini ada perbedaan detail bentuknya di setiap daerah, namun bentuk dasarnya sama.
            Udheng ini dilihat dari fungsinya dibagi menjadi 2, yaitu udheng tanpa kuncung (segitiga pada bagian dahi) dan udheng dengan kuncung. Perbedaan keduanya adalah yang tanpa kuncung atau kuncungnya pendek dipakai oleh para santri agar mudah saat sujud dan yang ada kuncungnya digunakan oleh orang jawa dengan kepercayaan kejawen (kepercayaan jawa kuno).


b.      Bali
Udheng ini adalah lambang dari 3 dewa dalam agama hindhu.3 dewa tersebut adalah Brahma, Siwa, wisnu. Bagian kanan melambangkan Wisnu, bagian kiri melambangkan Brahma, bagian tengan melambangkan Siwa.
             Selain itu bagiankanan udheng yang lebih tinggi dari yang kiri bermakna kebaikan harus dijunjung tinggi. Simpul kecil yang menghadap ke atas adalah lambang bahwa kita harus selalu berdoa kepada tuhan. 
 
c.       Bugis
Udheng dalam bahasa bugis disebut passapu. Setiap daerah memiliki detail
pemakaian yang berbeda di setiap daerah. Passapu bugis melambangkan jengger ayam. Hal itu dikarenakan orang mugis berpendapat bahwa ayam adalah hewan yang  hebat atau kuat. Oleh karena itu bangsa bugis dijuluki ayam jantan dari timur oleh Belanda.
            Passapu jenis ini ada yang segitiganya dalam posisi tidur dan dalam posisi berdiri. Passapu yang berdiri dipakai oleh bangsawan dan rakyat, namun yang tidur hanya dipakai oleh rakyat saja. 
d.      Minang
Udheng minang terinspirasi dari kemenangan orang minang melawan tentara dari kerajaan mataram. Setelah orang minang menang adu kerbau dengan kerajaan mataram, mereka bersorak minang kabau yang berarti menang kerbau. Semenjak itulah mereka menamakan diri sebagai orang minang.
Karena oreng minang menang adu kerbau, maka mereka membentuk udhengnya menjadi berbentuk tanduk kerbau. Selain itu, bentuk tanduk kerbau terlihat juga pada hiasan kepala para perempuan minang dan atap rumah gadang yang berbentuk tanduk kerbau.

e.       Sunda
Udheng yang menjadi ikon atau identik dengan orang sunda adalah udheng jenis barambang semplak. Udheng ini terinspirasi dari daun yang menjuntai ke bawah. Udheng jenis ini sering dipakai oleh para pesilat. Bentuk udheng ini jika dilihat dari namanya mungkin memiliki filosofi kita harus selalu merendah dan tidak sombong seperti daun yang selalu merunduk.
Udheng jenis ini banyak dipakai oleh para pesilat karena diharapkan pesilat bukan hanya memiliki keahlian bersilat, namun selalu merendah dan tidak pernah menyombongkan dirinya.
 


55.      Udheng hitam dan putih
warna hitam adalah lambang kebijaksanaan dan putih adalah lambang kesucian. Warna hitam
biasanya dipakai oleh dukun, orang yang dituakan, pesilat dan lain-lain karena mereka dianggap orang yang paling bijaksana dalam suatu komunitas dan mereka juga diharapkan dapat membawa kedamaian dengan kebijaksanaan mereka.
            Kemudian warna putih biasanya dipakai oleh orang yang sembayang, pemuka agama dan lain-lain. Pemuka agama dianggap orang yang paling suci dalam komunitas itu. Kemudian warna putih dipakai orang untuk sembayang karena saat kita sembayang kita harus dalam keadaan suci.


66.      Udheng di zaman moderen
Di zaman moderen ini, banyak udheng yang sudah di moderenisasi yang mana cara memakainya sudah tidak perlu mengikatkannya di kepala, namun hanya tinggal dipakai seperti topi. Namun sekarang banyak sekali udheng moderen yang detail bentuknya melenceng atau tidak sesuai dengan aturan bentuk udheng yang asli.

MATUR SEMBAH NUWUN

3 komentar:

  1. Keren!
    Banyak kutipan di artikel kisanak yang bermakna dalam. '[...] karena itu orang dulu mengikatkan udheng di kepala agar mengikat nafsu jahat seseorang.' Wow.
    Izin share di Facebook, Mas!

    Saran, mungkin bagus juga kalo Mas Yusuf membuat artikel tentang tata cara memasang ikat kepala di tiap suku seperti di foto-foto itu, Mas.

    BalasHapus
  2. terima kasih banyak mas Chad Ciputra. kalau mau dishare di FB saya merasa sangat berterima kasih.
    Kalau soal tata cara memasang udheng saya akan segera membuatnya. Teroma kasih banyak sarannya. O ya kalu ada yang ingin membuat atau punya info komunitas udheng terutama udheng jawa tolong beri tahu saya ya....soalnya saya sedang dalam tahap membangkitkan kembali udheng jawa......

    BalasHapus