Selasa, 15 November 2016

BAJU ADAT MALANG - APA FILOSOFINYA?



FILOSOFI BAJU HITAM-HITAM
Hitam adalah lambang dari tanah. Orang yang sudah tua akan dekat dengan tanah atau kematian, karena setelah meninggal akan dikubur di dalam tanah. Orang yang sudah tua dianggap seseorang yang sangat bijaksana, sehingga warna hitam dipilih karena merupakan lambang kebijaksanaan. Jadi, orang jawa haruslah menjadi pribadi yang bijaksana.
BAGAIMANA DENGAN MALANG?
Baju adat Malang juga adalah baju hitam-hitam

          Beginilah baju adat khas Malang

DETAIL BAJU ADAT
1. Udheng
          Pada bagian atas memakai ikat kepala bernama udheng. Udheng khas malang adalah udeng kemplengan.

          Berikut ini adalah filosofi dan tutorial udheng khas Malang :
FILOSOFI
*Gunungan:
Gunungan yang terdapat pada baguan belakang udheng melambangkan kekuatan rakyat jawa yang kokoh bagai gunung dan juga merupakan lambang harapan yang tinggi.
*Jeprakan:
Jeprakan pada sisi kanan dan kiri memiliki tinggi yang sama, melambangkan keseimbangan pada hidup yang berarti kita harus adil atau seimbang dalam melakukan sesuatu.
*Puteran:
Pada bagian depan, udheng diputar, ini melambangkan keterkaitan pada hal-hal yang berkebalikan itu tidak bisa dipisahkan, misalnya: siang-malam, baik-buruk, tua-muda, dll.
*Tali wangsul:
Lambang orang jawa yang mana saat meninggal nanti akan wangsul atau pulang ke sang pencipta. Ikatan yang dihadapkan ke atas juga bermakna kita harus ingat kepada Tuhan.

TUTORIAL


2. Baju
Baju berwarna hitam, ada yang berkerah ada yang tidak tergantung selera. Warna hitam dipakai karena memiliki makna kebijaksanaan.
         
3. Clana Kolor
Bagian bawah memakai clana kolor/celana kolor. Makna kolor yang cara memakainya harus ditarik bagian talinya sehingga talinya bertambah panjang bermakna kita harus berfikir panjang sebelum melakukan berbagai hal.

          MATUR SEMBAH NUWUN

1 komentar: