Minggu, 04 September 2016

PERBEDAAN UDHENG DAN BLANGKON



Mungkin di artikel sebelumnya saya telah membahas perbedaan antara udheng dan blangkon, namun kali ini saya ingin membahas ulang atau melakukan ralat terhadap artikel saya yang sebelumnya. Sebelumnya saya telah jelaskan bahwa blangkon hanya ada di jawa tengah dan dipakai oleh para raja, sedangkan udheng dipakai oleh rakyat jelata dan raja. Setelah melakukan diskusi dengan teman-teman saya, akhirnya didapati keputusan kalau Blangkon adalah bentuk jadi dari udheng karena berasal dari kata blanco atau cetak. Sedangkan udheng adalah bentuk tradisional dari blangkon dan terbuat dari kain. Intinya, semua bentuk jadi dari udheng dinamakan blangkon, sedangkan bentuk tradisionalnya yang masih berupa kain dinamakan udheng.
Blangkon-blangkon dari jogja, solo, dan lain-lain yang memiliki bentuk rumit sebenarnya juga berasal dari udheng. Mungkin para pembaca masih bingung tentang bagaimana cara melipat kain segi 4 berukuran 1,5 m x 1,5 m sehingga menjadi berbentuk seperti itu. Itulah hebatnya leluhur kita, dari sehelai kain segi 4 bisa menghasilkan bentuk-bentuk yang sangat indah dan sangat rumit. Namun, yang perlu saya garis bawahi adalah apakah cara membuat yang masih tradisional tersebut masih tetap lestari hingga kini dan masih ada yang bisa. Bisa jadi udheng-udheng tradisional tersebut punah karena tergeser oleh blangkon-blangkon yang praktis. 

BLANGKON

UDHENG

WALAUPUN KITA MEMAKAI BLANGKON, MARILAH KITA JUGA MELESTARIKAN UDHENG TRADISIONAL

MATUR SEMBAH NUWUN

1 komentar: